Sedikit berbagi cerita sahabat dan semoga bisa menyadarkan kita terhadap kondisi di sekitar kita. Semoga bisa menginspirasi kita untuk bisa peduli terhadap orang-orang sekitar kita. Bahwa banyak orang-orang di sekitar kita yang perlu kita teladani dari beberapa sisi yang mungkin kita sendiri tidak mempunyai sisi itu. Dan mungkin saja bisa mengajarkan kita untuk tidak selalu memandang rendah orang lain dengan melihat kelebihan sisi lain dari pribadi kita sendiri. Perlu kita tanamkan dalam diri kita untuk bisa saling belajar terhadap sesama.

Cerita ini berawal ketika aku berangkat untuk kunjungan ke sahabat-sahabat di kampus lain yang masih berada satu kota. Ya, perjalanan yang sangat memberikan pelajaran berarti bagi diri pribadi, karena menemukan sosok guru kehidupan ini. Sungguh luar biasa bagiku karena selama ini masih banyak kekurangan yang perlu diperbaiki, terutama tanggap akan lingkungan yang ada di sekitar kita. Ya, memang pada dasarnya manusia diciptakan untuk terus belajar dan memahami. Maka sangat praktik langsung untuk mengimplementasikan apa yang telah kita pelajari itu sahabat.

Motoran bersama dengan geng motor yang biasanya, aku dan seorang teman ini berangkat dari kampus tercinta menuju kampus lainnya yang masih dalam satu kota berangkat setelah sholat ashar. Dilanjutkan dengan pengisian bensin di salah satu pom bensin yang tidak jauh lokasinya dari kampus, kami mengawali perjalanan kami, tidak lupa juga berdoa memohon keselamatan ketika dalam perjalanan. Namun pada traffic light yang pada biasanya tempat pemberhentian motor kalau lampu berwarna merah, tepatnya pada lampu merah kedua dari arah kampus, aku tertegun sejenak dan terdiam.

Aku terharu melihatnya ketika traffic light warna merah telah menyala, mobil, motor dan kendaraan lainnya berhenti untuk menunggu traffic light berwarna hijau. Terhitung dari hitungan mundur 90 detik lampu tersebut, itulah yang membuat aku merasa iba kepadanya. Bocah kecil yang masih belum terlalu berumur itu menyentuh hati ini. Dimulai dari barisan pertama ia memulainya, satu persatu mobil yang melintas di perempatan itu ia dekati. Sambil melompat-lompat ia menawarkan lembaran-lembaran Koran yang dibawa di tangan kecilnya itu. Ya, Koran yang dijualnya itu sebagai sumber kehidupannya.

Sosok bocah kecil itu dengan penuh semangat menawarkan Koran-koran yang dibawanya itu, walaupun ada yang menolak langsung penawaran si kecil. Tapi dia tidak pernah putus asa untuk terus menawarkan korannya. Ketika satu mobil tiba-tiba membuka kaca, sosok bapak-bapak itu memanggil-manggil si kecil itu, pada awalnya si kecil belum mendengar panggilan si bapak tapi setelah beberapa kali dipanggil, si bocah kecil itu menengok ke hadapan si bapak dan segera berlari menghampiri bapak tersebut.

Alangkah senangya hati si bocah kecil itu setelah satu Koran telah terjual, ia menunjukkan kegembirannya dengan meloncat-loncat kegirangan. Karena mendapat tambahan rupiah untuk bisa menyambung hidupnya. Mungkin saja sosok bocah itu berasal dari keluarga yang kurang mampu sehingga kondisi memaksanya untuk membantu perjuangan dari orang tuanya untuk bisa bertahan dan menyambung hidupnya.

Ketika aku akan menyapa si bocah tersebut, dia terburu menyamping dari kendaraan-kendaraan karena melihat lampu sudah berwarna hijau, hingga aku pun tak sampai untuk menyampaikan niat ini.

Subhanallah, sahabat. Ada banyak hikmah yang bisa kita ambil dari perjalanan singkat tadi. Mungkin kita terkadang tidak sadarkan diri dengan kondisi kita yang berada di kemewahan dunia ini, kehidupan yang mungkin nyaman kita jalani ini. Kita tertidur dengan kondisi kita hingga berlarut-larut. Terlalu menikmatinya sehingga kita tidak menyadari bahwa banyak orang-orang di sekeliling kita yang hanya mendapatkan sesuap nasi saja perlu perjuangan yang sangat ekstra.

Kita yang mungkin notabenenya orang-orang yang mampu bersekolah hingga mungkin saja menikmati kehidupan di kampus harusnya bisa tanggap terhadap lingkungan sekitar kita. Apakah kita masih tega melihat keluarga-keluarga dan saudara-saudara kita tersebut? Wallahu’alam.

Oleh karenanya sahabat, mari kita tebarkan kabaikan sekecil apapun itu, karena Allah telah berjanji akan membalas perbuatan manusia walaupun mengerjakannya hanya sebesar zarrah, itu akan diperhitungkan. Terutama harus berpikir, bahwa kebaikan apa yang telah kuperbuat untuk saudara-saudaraku di sekitarku?

Semoga bisa membuka hati kita untuk terus tanggap dengan kondisi seperti cerita seorang bocah di atas. Mari kita berikan dan tebarkan kebaikan karena dengan kebaikan itu akan menjadi cerminan kehidupan kita di masa yang akan datang. Insyaallah.

Semoga bermanfaat.

Bulan Februari, bulan yang penuh eksotik jika dilihat dari sisi bulan masehi. Kenapa? Coba lihat dah, kalender bulan sekarang (Februari 2011), ada yang aneh ga? Pasti ada kan. Ya, umur bulan Februari merupakan umur terpendek di antara bulan-bulan masehi lainnya. Bulan Februari ini hanya berusia lebih kurang 28 hari.

Tapi kawan, kita harus tetap bersyukur atas apa yang telah Allah berikan kita, matahari hingga tadi pagi (13 Februari) masih memancarkan sinarnya dari ujung timur dan menenggelamkan dirinya di ujung barat. Itulah bukti nyata kasih sayang Allah kepada kita semua, dia belum menakdirkan matahari untuk terbit dari upuk barat. Subhanallah

Kembali lagi ke bulan Februari? Sebenarnya ada apa dengan bulan Februari, ada yang ulang tahun bulan ini ga ya? Angkat tangan. J jadi gini kawan, selain umur bulan ini yang terpendek coba perhatikan salah satu tanggal yang ada di bulan ini. Sudah tau tanggal berapa? Ya, tanggal 14 Februari. Ada yang tau kenapa dengan tanggal 14?

Bagi sobat-sobat yang lagi amboi-amboinya, siapa si yang ga tau tanggal 14 Februari? Jujur aja dah. Ditunggu-tunggu kan tanggal 14? Ya, hari yang penuh kasih sayang menurut sebagian kaum, terlebih kaum yang jauh dari kasih sayang Allah. Hari kasih sayang, ya biasa dikenal dengan “Valentines Day”. Inilah waktu dan moment yang paling ditunggu-tunggu dari sebagian kita untuk mencurahkan semua rasa, tentang rasa diri pribadi kepada orang lain, terlebih mereka yang mempunyai pasangan lawan jenis. Inilah puncak yang ditunggu-tunggu untuk mengungkapkannya pada si dia.

Valentines Day dirayakan dengan berbagai macam cara, mulai dari pergi ke tempat-tempat hiburan, berbagi simbol rasa kasih mengasihi dan sayang menyayangi seperti coklat, bunga, dan hadiah lainnya. Intinya sesuatu yang mampu mewakili rasa kasih sayangnya kepada si dia.

Tak sengaja lagi, seseorang mengirim pesan pendek kepada sahabat-sahabatnya, anggap saja si fulan. Dia mengirim pesan singkat yang bertulis “Say No to Valentines Day”. Namun, si Fulan kaget melihat rentetan balasan pesan singkat yang ia kirim tadi. Berikut beberapa balasan dari pesan tersebut :

Si A         : Why..?

Si B         : Ya Ga jadi dong gw kencan..

Si C         : wokeh..

Si D         : malu kalo ga ngucapin bro..

Si E         : say no to Valentines day??

Si F         : waaahh, berat tuh..

Si G        : ckckcckkckck..

Ya, itulah kata-kata mereka tentang Valentines Day. Padahal faktanya sahabat-sahabat si Fulan itu adalah seorang muslim. Tapi entah mengapa mereka menjawab seperti itu?

Taukah kita kawan? Apa hari Valentines Day? Menurut informasi yang saya dapat. Kebenaran tentang Valentines Day tersebut masih simpang siur, ada banyak versi cerita tentang hari kasih sayang tersebut. Pada intinya, hari Valentines day tersebut belum tentu kebenarannya. Yang paling ironis adalah, hari Valentines tersebut adalah momen dari orang-orang Yahudi dalam penyembahan dewa mereka, jadi kenapa mesti ikut-ikutan dalam merayakan hari kasih sayang tersebut. Selain itu, kebenaran tentang hari Valentines Day juga tidak 100% kebenarnnya. Ya, karena tidak adanya alasan serta landasan yang kuat tentang asal muasal dari hari kasih sayang tersebut.

Na’udzubillah min Zalik.

Inilah salah satu rencana besar Yahudi laknatullah untuk menghancurkan umat ini kawan, mereka memanfaatkan berbagai media dan acara untuk merubah moral asli para muslim untuk mengarah  ke tingkah satanis. Sungguh para Yahudi tidak akan lega sebelum ummat islam mau dan masuk dalam agama mereka serta mereka menggunakan berbagai macam cara dan strategi dalam menghancurkan islam ini.

Kawan, masih berpikirkah kita untuk terus memperjuangkan misi para yahudi ini yang tentu ingin menghancurkan umat islam ini? Apakah kita ingin mengingkari risalah nabi Muhammad dalam dakwah ini. Yang menjadi sosok pengukir sejarah peradaban islam ini, penuh kegigihan dan pantang menyerah dalam menebarkan kebaikan di muka bumi ini. Sedangkan kita pada zaman ini masih berpikir untuk menyimpang dari risalah tersebut dan lebih menginginkan kehancuran umat ini dengan turut serta dalam membantu para Yahudi tersebut.

Jadi kawan, mari rubah mindset kita tentang hari kasih sayang tersebut. Hari kasih sayang itu tidak perlu dibuktikan dengan simbol-simbol tertentu, yang banyak memakan biaya dan waktu dengan hal-hal yang tidak berguna. Bukankah dalam islam itu telah mengajarkan kepada kita, bahwa setiap muslim itu adalah bersaudara (Innallaha muslimin na ikhwah). Jadi, simbol kasih sayang dalam islam itu berupa kepedulian kita kepada sesama, tolong menolong dalam kebaikan dan ketakwaan, saling memahami dan saling berbagi dalam hal kebaikan. Hal ini tentu tidak membutuhkan banyak waktu dan biaya.

So, masih berpikir ga untuk terus merayakan hari kasih sayang yang jatuh esok hari? Yang hanya menghabiskan waktu dan biaya, tambahan pikiran untuk memberikan sesuatu apa kepada si dia?

Fastabikul Khoirot, berlomba-lombalah dalam kebaikan, karena tiada lain yang menjadi balasan orang-orang yang beriman dan bertakwa adalah al jannah.

Wallahu a’lam bishawwaf.

Maha suci Allah yang senantiasa memberikan kenikmatan kepada kita berupa indra, baik itu indra penglihatan, perasa, peraba, penciuman dan pendengaran. Tidak terbayangkan jika salah satu nikmat tersebut diambil oleh-Nya, kita sebagai mahluk yang lemah tidak akan sanggup juga untuk menghitung berapa jumlah nikmat yang Allah berikan. Padahal nikmat yang Allah berikan di muka bumi ini adalah bagaikan setitik air. Subhanallah

Muhammad SAW, nabi terakhir kita telah berjuang untuk mengajarkan kepada kita hal yang baik, memberitahukan serta menuntun kita untuk mencari ridho Allah sehingga cita-cita kita sebagai manusia yang beriman dan bertakwa dapat diraih. Minazzulumaa tii ilannuur.

Dunia ini merupakan perhiasan yang memberikan berbagai kenikmatan, tapi cukuplah islam yang terbaik bagi kita, ketakwaan dan keimanan sebagai pegangan kita, wahai saudaraku. Allah telah berfirman dalam al qur’an bahwa sesungguhnya dunia ini adalah sebagai perhiasan dunia yang di dalamnya terdapat berbagai kemaksiatan yang mampu menyebabkan manusia mendapat petaka berupa kenikmatan dunia sesaat.

Terlepas dari itu, hidup di dunia ini penuh dengan metamorfose. Lihat saja kupu-kupu yang terlahir dari induknya dalam bentuk telur, dari telur itu menetas menjadi seekor ulat yang menempel di pepohonan, setelah jatuh tempo akhirnya ia merubah diri menjadi seekor kepompong. Akhirnya, setelah beberapa proses dari fase ke fase tersebut berubahlah sebutir telur tadi menjadi seekor kupu-kupu yang indah dipandang dan memberikan kesenangan bagi yang melihatnya.

Itulah sedikit gambaran kehidupan ini sahabat, begitu juga dengan manusia yang memiliki fase-fase kehidupan. Manusia terlahir dalam bentuk bayi setelah menjalani kehidupan di alam rahim seorang ibu selama lebih kurang 9 bulan 10 hari yang dikalkulasikan menjadi 37 minggu. Dari bayi tersebut, kita sebagai manusia akan beranjak menjadi balita yang lucu-lucunya dilihat setiap orang.

Secara tidak langsung, waktu telah berjalan dan terus berputar dimana balita tersebut lambat laun menjadi seorang anak-anak yang mulai menempuh tingkat pendidikan sejak STK sampai SMA ataupun PT. Ya, menjadi remajalah seorang bayi tersebut. Tidak cukup sampai disitu, usia remaja telah usai, dewasa menunggu hingga usia tua pun menjadi tujuan akhir dari hidup ini.

Apa yang menjadi ibtilah (pelajaran yang bisa diambil) dari gambaran di atas, apakah proses metamorfosa dari setiap fase tersebut  sahabat?

Bukan sahabat, yang perlu kita terawang lebih jauh adalah pada fase terakhir hidup ini. Ya, usia tua. Usia tua tersebut sangat rentan dengan pintu utama dari kehidupan yang sesungguhnya, yaitu kehidupan yang kekal di alam barzah. Nabi Muhammad SAW pernah bersabda, kurang lebih isinya begini: “bahwa di dalam hidup ini ada suatu pintu yang harus dilewati, dan pintu itu harus dilewati oleh setiap mahluk yang bernyawa. Pintu apakah itu sehingga itu wajib dilalui setiap manusia?

KEMATIAN, itulah jawabannya sahabat. Kematian tersebut terlalu rentan pada usia tua, tapi tak selamanya kematian itu terus memburu usia yang lebih tua. Kematian merupakan takdir Allah yang telah tertulis di lauhul mahfuz dulu ketika kita akan terlahir sebagai malaikat kecil di muka bumi ini. Fase tersebut merupakan pintu gerbang utama dalam menjalani kehidupan sesungguhnya, karena sesungguhnya dunia ini hanyalah halte kehidupan sebagai tempat persinggahan sementara dan kehidupan akhirat adalah sekekal-kekal tempat hidup.

Kematian tidak pernah memandang bulu, baik itu usia tua maupun usia muda, tidak pernah juga memandang tempat, di tempat yang baik maupun di tempat yang penuh keburukan. Kematian itu tidak pernah bisa dipercepat dan tidak pernah bisa diperlambat, jika sudah datang waktunya maka tidak bisa ditunda-tunda lagi walaupun dengan cara apapun. Inilah takdir Allah azza wajalla. Tidak pernah ada pertolongan untuk menghindarinya selain pertolongan Allah. Itulah bukti kekuasaan Allah SWT.

Tapi, ada satu hal yang membuat kematian itu sangat ditakuti, yaitu keadaan dimana kematian itu akan datang menjemput objek yang dituju. Keadaan dimana rasa sakit tidak pernah dirasakan dimasa hidup. Keadaan itu telah kita kenal dengan istilah “sakaratul maut”. Sakaratul maut merupakan proses pencabutan nyawa yang ada di dalam tubuh setiap insan manusia.

Pernah suatu ketika seorang sahabat berkata kepada putranya di saat menjelang kepergiannya meninggalkan dunia fana ini. Si anak bertanya, apa yang ayah rasakan saat ini? Si ayah (sahabat.red) mengatakan kepada si anak. Tidak pernah terasakan sebelumnya olehku, badanku terasa dihimpit dengan kuat, aliran nafasku bagaikan jarum yang sangat kecil sehingga aku lelah bernapas, dan tusukan yang terasa amat dahsyat mulai dari ujung kakiku hingga ujung rambutku. Itulah sakaratul maut. Tidak menjelang lama, sang sahabat tersebut menghembuskan nafas terakhirnya.

Itulah sedikit gambaran ketika kita akan melalui pintu utama untuk menggapai ridho illahi. Dan yang paling penting adalah, bagaimana kesiapan kita untuk menghadapi dan memasuki pintu tersebut. Tentu hanya dengan amal dan perbuatan baiklah yang mampu meringankan kita untuk melaju memasuki pintu itu.

Teruslah berjuang sahabat dalam dakwah ini, berikan manfaat pada setiap orang, sehingga kelak kita mampu untuk tersenyum ketika kematian itu menjemput sedangkan orang lain hanya berlinang air mata menghantarkan kita sampai pintu tersebut.

Wallahua’lam bi saawwaaf..

Semoga kita termasuk orang-orang yang beruntung.

Lombok Island, 21 Januari 2011

MEH*

Materi II PSI 2

Posted: 26 Januari 2011 in Uncategorized

Sabtu, 15 Januari 2011 @ Teater C ITS Surabaya

“Marketing Dakwah”

By : Mas Reza – dirut soto Abbas – Mantan Ketum UKKI Ubaya (08563145562)

Dakwah fardiah, yaitu dakwah yang dilakukan dengan teori man to man, maksudnya adalah dakwah tersebut dilakukan dengan pendekatan personalia. Sehingga hasil yang dihasilkan lebih terlihat secara pribadi kita yang menjadi da’i kampus.

Melihat kondisi yang ada sekarang, orang awam cenderung memiliki pemikiran yang salah kaprah tentang dakwah ini, hal tersebut dikarenakan oleh beberapa faktor :

–          Informasi kurang tersampaikan dengan jelas kepada objek dakwah.

–          Tabi’at (karakter) dari seorang da’i yang tidak meyakinkan.

–          Gaya komunikasi yang belum terlalu memahami strategi dakwah.

Seharusnya, seorang da’i memberikan pemikiran dan ketenangan pada objek yang dihadapi sehingga objek dakwah tidak merasa ditakuti dengan seruan yang dilakukan da’i. Apalagi pada objek dakwah yang ada di lingkungan kampus, kebanyakan dakwah yang dilakukan pada mahasiswa yang mempunyai tsaqofah (bekal/pengetahuan) agama yang masih kurang cenderung lebih takut dengan dakwah. Mereka mengira dakwah cenderung ke arah jihad yang mengebom dan tindakan anarkis lainnya.

Adapun type kelompok basis objek dakwah adalah sbb:

–          Oportunitas pragmatis

–          Hanif

–          Ideologi kiri

–          Ideologi kanan

–          Rasionalis islam

–          Emosional islam

–          Antipati

Dalam dakwah kampus, seorang da’i dituntut mempunyai ide-ide kreatif dalam berdakwah, memperkenalkan diri dengan baik pada objek dakwah.

Dalam diri da’i juga perlu ditanamkan akhlaq yang baik sebagai suatu buah dari dakwah itu sendiri, seperti dianalogikan bahwa seorang da’i tersebut adalah sebatang pohon.

–          Akarnya merupakan penguat utama yang tertancap ke dalam bumi menggambarkan penguatan terhadap aqidah islam.

–          Batang merupakan pengokoh dari pohon tersebut yang menggambarkan ibadah utama yang dilakukan kepada Allah SWT.

–          Buah merupakan hal yang dihasilkan oleh pohon tersebut yang menggambarkan akhlak yang ditunjukkan adalah akhlak yang baik dan mulia dan ini yang utama bagi seorang da’i.

Seperti pada kisah seorang sahabat yang bernama Hasan Al Basyir yang ceritanya pernah tinggal satu atap dengan seorang non-muslim. Dia tinggal berbeda lantai selama 30 tahun dan selama ini pula dia mendapatkan perlakuan yang tidak sewajarnya. Setiap hari rumahnya Hasan Al Basyir dijatuhi tetesan air dari kamar mandi si NM tersebut. Pada tahun ke 30, karena merasa sudah tidak bisa dibiarkan lagi sahabat tersebut memberanikan diri untuk memohon izin memperbaiki kamar mandi si NM tersebut.

Subhanallah, dengan melihat apa yang telah dilakukan Hasan Al Basyir tersebut, si NM kemudian inilah islam yang sebenarnya, kemudian memutuskan untuk masuk islam.

Kisah kedua datang dari nabi Muhammad SAW yang selalu diludahi oleh seorang kakek tua Yahudi setiap mendengar namanya. Setiap kali ia mendengar nama Muhammad SAW maka ia akan mencaci dan meludah. Namun, apa yang diperbuat nabi Muhammad? Ia tidak menghiraukan perkataan kakek tersebut, sebaliknya ia selalu menyuapi sang kakek Yahudi tersebut setiap kali ia makan. Dan pada akhirnya, ketika nabi Muhammad SAW wafat, si istri Aisyah berkata pada Abu Bakar, “ada satu hal yang tidak pernah Muhammad tinggalkan ketika hidup, menyuapi kakek yahudi yang selalu mencercanya.” Kemudian Abu Bakar berinisiatif untuk menyuapi si kakek tersebut. Ketika menyuapi si kakek, kakek langsung meludah dan mengatakan kamu bukan orang yang selalu menyuapi aku, orang yang menyuapi aku tidak seperti ini, dia selalu mengunyahnya dulu kemudian memberikannya kepadaku. Abu Bakar pun memberitahukan bahwa orang yang selalu menyupimu kini sudah wafat, si kakek pun kaget. Dan tahukah kamu siapa orang itu? Dialah Muahammad SAW yang selalu kau cerca dan ludahi setiap kali kau mendengar namanya. Dengan merasa penuh bersalah, sang kakek Yahudi yang buta tersebut meminta maaf dan menjadi mu’allaf.

Jadi, inti dari kedua cerita di atas adalah sama seperti pada materi pertama tentang Bermujahadah dalam Dakwah, yaitu dibutuhkan suatu kesabaran dalam dakwah ini.

Ada empat hal yang harus diperhatikan oleh seorang da’i, terutama mereka yang objek dakwahnya adalah kampus, yaitu :

–          Usia muda untuk?

–           Organ tubuh ini untuk?

–          Ilmu ini untuk?

–          Di mana ilmu itu didapat dan untuk apa?

Batasaan dakwah itu sendiri tidak memiliki batasan, batasannya adalah ketika umur hidup ini telah dibatasi.

Akhlaq itu sifatnya universal, tidak ada jaminan bahwa akhlaq orang muslim lebih  baik dibanding seorang yang non muslim. Seperti kisah seorang ulama yang menceritakan dirinya ketika berkunjung ke suatu negeri, padahal negeri tersebut tidak merupakan negeri yang tidak didomisili oleh orang-orang muslim. Namun, ia melihat ada hal lain yang istimewa di negeri tersebut, ia melihat adanya islam. Tetapi sebaliknya ketika ia berkunjung ke suatu negeri yang cenderung dihuni oleh orang-orang muslim, ia tidak melihat adanya islam. Ya, itulah akhlaq.

Dalam dakwah kampus, seharusnya da’i tersebut membawa diri secara santai dan enjoy saja tetapi tidak meninggalkan dan melupakan hal utama bagi seorang da’i, yaitu akhlaq.

Di bawah ini adalah kelompok objek dakwah yang harus didakwahi :

–          Objek dakwah yang hanif

–          Orang yang malu bermaksiat

–          Orang yang tidak malu-malu bermaksiat

Caranya adalah :

–          Temukan kunci hatinya

–          Temukan spesialisasinya

–          Sentuh pemimpinnya (komunal-heterogen)

 

Satu hal yang harus diperhatikan dan diingat oleh seorang da’i :

Jangan pernah menganggap seorang da’i tidak pernah melakukan suatu kemaksiatan, itu salah. Setiap detik, menit, ketika seorang akitvis tidak mempunyai amanah maka menganggurnya adalah kemaksiatan karena cenderung mempunyai potensi untuk berbuat maksiat.

Materi I PSI 2

Posted: 26 Januari 2011 in Uncategorized

Sabtu, 15 Januari 2011 @ Teater C ITS Surabaya

“Mujahadah dakam Dakwah”

By : Eko Santoso – TPKI

Dalam bahasa arab, muhajadah berasal dari kata mujahid yang artinya pejuang. Sebagaimana telah dijelaskan oleh Allah dalam surat al-ankabut ayat 69 yang artinya : “Dan orang – orang yang berjihad sungguh-sungguh di jalan kami, maka sungguh kami akan tunjukkan jalan-jalan kami.”

Sedangkan kata dakwah berasal dari kata da’a yang artinya menyeru, yaitu menyeru dalam melakukan kebaikan dan sesuai syar’i.

Kenapa harus berdakwah? Ya, dakwah itu merupakan penopang islam yaitu regenerasi pejuang islam terdahulu (penerus para nabi).

Adapun dakwah itu sendiri mempunyai keutamaan, keutamaan tersebut adalah :

–          Dakwah – sebagai kenikmatan yang sangat besar

Sebagaimana dalam surat ke 49 (Al Hujurat) ayat 17 telah disebutkan bahwa seorang da’i telah turut menyebarkan kenikmatan berupa keimanan dalam islam dan hal tersebut merupakan tugas yang mulia.

–          Dakwah – sebagai amalan yang terbaik

Dakwah merupakan amal yang terbaik karena senantiasa mengajak dan menyeru orang untuk berbuat baik. Ini telah dijelaskan dalam surat ke 41 (As Sajadah) ayat 33 yang artinya :

Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah SWT, mengerjakan amal yang shaleh, dan berkata, “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri”?.

–          Dakwah – tugas pokok rasul

Selain sebagai suatu kenikmatan yang sangat besar dan amalan yang terbaik, dakwah juga merupakan risalah para rasul untuk penerusnya, yaitu para da‘i. Dan hal tersebut merupakan tugas utama dari seorang rasul, sebagaimana dalam surat ke 21 (Al Anbiya) ayat 25 berbunyi : Dan kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum kamu, melainkan kami wahyukan kepadanya, “bahwasanya tidak ada tuhan selain Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku.”

Muhammad hanya diamanahkan untuk menyeru kepada manusia bahwa tiada tuhan selain Allah. Jika kita turut serta dalam dakwah ini, maka kita sudah terlibat dalam meneruskan risalah rasul

Hal di bawah ini adalah yang harus ada dalam benak da’i, yaitu mengajak orang kembali ke jalan islam.“jadilah kalian menadi orang-orang rabbani, mempelajari al qur’an dan mentadabburi/mentelaahnya….”

Dari waktu ke waktu, di mana saja berada, kehidupan seorang da’i itu terus rabbani. Tujuan utamanya adalah untuk mendapatkan hidup yang berkah dengan mengajak para manusia lainnya untuk senantiasa beriman dan bertakwa. Karena Allah telah berjanji dalam kitab-Nya, bahwasanya Ia akan membukakan pintu rezeki dari langit dan bumi jika penduduk suatu negeri senantiasa beriman dan bertakwa.

Selain itu, Allah telah menjelaskan dalam surat ke 6 ayat ke 16 bahwa seseorang yang menatangkan kebaikan terhadap orang lain maka ia juga akan mendapatkan kebaikan tersebut yang sejenisnya.

 

Yang harus dipahami adalah, jadikan dakwah sebagai motivator dalam diri kita.

 

Adapun tahapan dakwah itu ada 4:

Tahap pertama (tahap ta’lim)

merupakan tahap dasar sebagai pemula dalam mendekati objek dakwah, biasanya tahap ini adalah proses pemberitahuan tentang kebaikan pada umumnya.

Tahap kedua (tahap tablig)

Merupakan tahap pembentukan dari objek dakwah, dengan mengasah pengetahuan yang telah diberikan pada tahap pertama di atas (membentuk konsep pemikiran menjadi aktivitas yang dinamis)

Tahap ketiga (tahap ta’zim)

Merupakan tahapan yang memberikan pengarahan dalam pengorganisir, maksudnya adalah memberikan pengetahuan tentang managemen koordinasi kepada objek dakwah.

Tahap keempat

Merupakan tahapan yang memberikan motivasi dan semangat kepada objek dakwah untuk terus berjuang dalam dakwah ini.

Keistiqomahan dalam dakwah juga perlu diperhatikan, sebagaimana bekal apa yang harus diperhatikan oleh para da’i, yaitu:

Bekal dakwah : bekal ruhiyah dan bekal ilmu

Managemen dakwah : memanage amanah dakwah agar tidak terembankan pada satu orang semata.

 

Ingat : perbedaan itu adalah hal yang lazim, jadi tidak mungkin untuk disatukan, tapi yang perlu diperhatikan adalah bagaimana untuk belajar menghargai dan menghormati terhadap pemahaman itu, tidak untuk saling menjelekkan dan menjatuhkan.

 

Dakwah itu membutuhkan “Kesabaran”


Rokok, Begitu Pentingkah?

Posted: 11 Januari 2011 in Uncategorized

Ketika itu, seperti biasanya dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup terutama dalam menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh, saya menghampiri warung yang biasanya tempat makan yang paling mantab di kampus perjuangan. Ya, makan merupakan kebutuhan utama tubuh entah itu makanan jasmani maupun rohani, terlebih bagi mahasiswa yang kerjaan utamanya adalah belajar, itu tentu akan sangat menunjang aktivitas setiap harinya. Bagi sebagian mahasiswa, hal ini menjadi pilihan utama untuk menghilangkan rasa lapar, namun di lain sisi ada juga mahasiswa menjadikan makan adalah bertujuan menghilangkan stress (ko bisa ya??).

Namun, ketika saya masuk ke warung tersebut, saya memilih untuk duduk dengan beberapa mahasiswa yang beda jurusan. Apa yang terjadi kawan?

Dari percakapan singkat beberapa mahasiswa tersebut, sempat membuat saya tertegun mendengarnya. Salah satu dari mereka mengatakan “saya mending kehilangan korek, dibanding kehilangan rokok.” Ada yang tahu kawan alasan si Fulan tersebut mengatakan hal itu?
Ya, kalau kehilangan rokok masih memberikan kesempatan untuk merokok karena rokok biasanya diberikan teman sedangkan kalau kehilangan korek walaupun punya sebatang rokok belum tentu bisa merokok.

Paradigma tentang pentingnya merokok bagi sebagian kalangan sudah mengakar bagi para pencandu rokok tersebut. Entah apa yang menjadi alasan utama untuk menghisap rokok tersebut? Sebagian mahasiswa mengatakan bahwa dengan merokok dapat menghilangkan rasa stress, merokok membuat orang akan merasa lebih jantan (terutama yang cowok), kalau ga ngerokok, banci. Apa iya ya? Kok bisa? Tentu, bagi sebagian orang awam rokok akan mengatakan hal tersebut tidak penting.

Tapi, apakah tidak pernah terpikirkan di benak hati mereka betapa rokok sudah banyak merenggut nyawa orang. Padahal sudah jelas tercantum di bungkus rokok tersebut tentang bahaya merokok. Tapi anehnya lagi, meskipun sudah tercantum di bungkusnya, jutaan orang bahkan puluhan juta sudah mengkonsumsinya setiap hari hingga melebihi ambang batas yang sewajarnya (maksudnya, terkadang orang setiap hari satu bungkus hingga dua bungkus rokok habis terhisap). Hal tersebut dikarenakan adanya unsur nikotin yang membuat seseorang akan merasa kecanduan ketika sudah menjadi konsumen primer.

Yang paling penting kita tau sahabat, ternyata rokok tersebut tidak hanya akan berdampak bagi para perokok aktif saja. Tidak sedikit korban dari rokok tersebut adalah perokok pasif, artinya ada juga bahaya bagi mereka yang tidak merokok. Hal tersebut dikarenakan asap rokok yang terhirup secara tidak sengaja oleh perokok pasif tersebut. Beberapa efek yang ditimbulkan ketika perokok pasif menghirup asap rokok adalah:

Meningkatkan resiko kanker paru-paru maupun jantung, radang paru-paru dan brokitis, sakit atau pedih mata, sering bersin dan batuk-batuk, sakit kerongkongan dan batuk-batuk hingga menyebabkan kematian.

Ada seorang sahabat kecil dulu yang sampai sekarang asih alergi sama rokok hingga sempat terbaca oleh saya ketika dia mengupdate status di FB, “Asap rokok lebih membahayakan prokok pasif daripada perokok aktif, salah satuya karena ASAP rokok 10x lebih besar daripada zat terkandung dalam rokok.. soo.. pikirkan lagi,, secara tidak langsung para perokok membahayakan orang-orang di sekelilig mereka..”

Kembali ke percakapan di atas tentang mereka yang memilih kehilangan rokok dibading kehilangan korek. Sangat disayangkan, kenapa mereka tidak pernah memikirkan bagaimana kaau mereka kehilangan nyawa?

Apakah mereka sudah merasa siap untuk menghadap-Nya?

wWallahu’alam bi sawwaf..

MEH, castilo

 

 

Ada seorang sahabat kecil dulu yang sampai sekarag masih alergi sama rokok hingga sempat terbaca oleh saya ketika dia update status di FB, “Asap rokok lbh mmbhyakan prokok pasif drpd prokok aktif…. Slh stx krn bhya ASAP rokok 10x lbh bsar drpd zat ter dlm rkok… Soo… Pkirkn lg scr tdk lgsng para prokok mmbhykn org2 dskli2ng mrka…”

Kembali ke percakapan di atas tentang mereka yang lebih memilih kehilangan rokok dibanding kehilangan korek?
Sangat disayangkan, kenapa mereka tidak pernah berpikir bagaimana kalau mereka kehilangan nyawa??
Apakah mereka sudah bersiap untuk menghadap-Nya?
Wallahu’alam bi sawwaf..

Peningkatan jumlah penduduk di perkotaan diproyeksikan akan terus meningkat setiap tahunnya. Surabaya sebagai kota terbesar kedua setelah Jakarta saat ini telah mengalami permasalahan tersebut. Terlihat dengan semakin meningkatnya  jumlah lahan yang tersedia dialihfungsikan sebagai tempat perumahan bagi warga kota Surabaya. Peningkatan jumlah penduduk setiap tahunnya ini pada umumnya dikarenakan oleh beberapa faktor diantaranya adalah urbanisasi (perpindahan penduduk dari desa ke kota), fertilisasi (kelahiran) semakin meningkat dan mortalitas (kematian) yang cenderung menurun.

Dari ketiga faktor di atas, perpindahan penduduk merupakan faktor yang memberikan andil besar dalam peningkatan jumlah penduduk di Surabaya. Hal tersebut dikarenakan Surabaya menjadi kiblat utama Jawa Timur yang dijadikan pusat kegiatan pemerintahan, perdagangan dan jasa, perkantoran, perindustrian dan kegiatan lainnya yang menunjang perkembangan sebuah kota. Dengan berbagai hal tersebut, secara tidak langsung akan memberikan efek pada ketertarikan warga luar Kota Surabaya untuk datang menjadi pekerja di Surabaya, secara umumnya.

Perpindahan penduduk dari luar kota Surabaya dimaksudkan sebagai pendatang baru yang bertujuan untuk mencari kerja dan menetap di Surabaya. Hal ini secara signifikan mempengaruhi tingkat pertumbuhan penduduk kota tiap tahunnya semakin meningkat. Terlihat dari tahun ke tahun jumlah presentase pertumbuhan penduduk rata-rata adala 1,2%. Hal inilah yang sering disebut sebagai fenomena kependudukan urbanisasi.

Faktor kedua yang menjadi permasalahan adalah tingkat kelahiran yang tinggi diakibatkan kurang terkedalinya program KB (Keluarga Berencana) sehingga penduduk perkotaan terutama di Surabaya semakin mengalami peningkatan. Bisa dilihat pada tahun 2008 jumlah penduduk di Surabaya sebanyak 2.866.841 orang. (sumber : Resume Profil Kesehatan Kota Surabaya tahun 2008)

Dengan tingkat pertumbuhan penduduk sebanyak 1,2% akan berpengaruh terhadap keperluan perumahan yang sangat besar. kebutuhan jumlah rumah yang besar tentu akan berimplikasi pada penggunaan lahan kosong yang seharunya dimanfaatkan sebagai paru-paru kota seperti RTH (Ruang Terbuka Hijau). Di sisi lain, ketersediaan lahan di Kota Surabaya cenderung tetap dan terbatas, sehingga alternatif yang dijadikan dalam pengadaan perumahan baru adalah mengkonversi lahan baru pada daerah pinggiran kota. Konversi lahan tersebut dikenal dengan istilah urban sprawl. Urban sprawl mendorong konversi lahan pinggiran perkotaan menjadi peruntukan lahan dengan fungsi perkotaan.  (Northam dalam Firman, 1997)

Oleh karen itu, dengan melihat fenomena permasalahan penduduk yang berdampak pada konversi lahan kosong (RTH) yang seharusnya dijadikan paru-paru kota, perlu pengendalian penduduk dengan penyebaran penduduk secara merata. Selain itu penyebaran penduduk dan aktifitasnya disesuaikan dengan daya tampung dan daya dukung ruang pada setiap bagian wilayah kota yang ada di Surabaya ini. Dengan pengendalian konversi lahan RTH sebagai identitas kota Surabaya, maka Surabaya berwarna bunga kedepannya akan dapat terealisasi.

M. Erwin Hidayat, mahasiswa jurusan Teknik Planologi ITS

castilo 16.51